by

Juara MFC Medan dan Bandung

Perebutan gelar juara MILO Football Championship Medan dan Bandung berlangsung menarik. SDN 020588 jadi tim terbaik di Medan sedangkan MIN 2 Margasari keluar sebagai juara regional Bandung.

Pada pertandingan babak final MILO Football Championship Medan, SDN 020584 Binjai berhasil menjadi tim terbaik setelah mengalahkan SDN 101752 Kelambir Lima dengan skor 2-1.

MIN 2 Margasari Bandung yang menerapkan pola permainan menyerang akhirnya berhasil meraih gelar juara. Mereka mengalahkan SDN 164 Karangpawulang, Bandung, dengan skor 1-0. Para juara ini berhak mendapatkan piala MILO dan uang pembinaan sebesar Rp. 7,5 juta.

Pelatih MIN 2 Margasari, Haris Oskar, mengatakan keberhasilan timnya menyabet gelar juara regional Bandung merupakan hasil kerja keras selama setahun sebelum mengikuti kompetisi.

“Kami berlatih fisik, teknik, dan kekompakan dengan latihan rutin dua kali seminggu. Semoga dengan kemenangan ini, anak-anak semakin termotivasi untuk terus berlatih dan nantinya akan terpilih untuk mengikuti MILO Champions Cup di Cina,” ujar Haris.

Sedangkan gru olahraga sekaligus pelatih SDN 020584 Binjai, M. Nasir Tanjung, mengaku tak mengira tim asuhannya bisa meraih gelar juara. Nasir juga mengungkap kunci keberhasilan timnya di laga final.

“Target awal kami hanya masuk di babak semifinal MILO Football Championship Medan. Persiapan kami lakukan dengan giat berlatih sebanyak empat kali dalam seminggu selama satu tahun,” jelas Nasir Tanjung.

“Pada pertandingan final tadi saya memotivasi para siswa untuk bermain tenang dalam menghadapi lawan di lapangan,” ia melanjutkan.

Sebagai bagian dari kerja sama Nestl MILO dengan FC Barcelona, tahun ini MILO Football Championship akan kembali memilih pemain terbaik yang akan berkesempatan mewakili Indonesia di MILO Champions Cup di Suzhou dan Haikou, Cina pada Juli mendatang.

“Tahun ini kami akan memilih 16 pemain terbaik dari Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Makassar, yang tidak hanya memiliki kemampuan individu yang baik, namun juga memiliki kecerdasan di lapangan dan kemampuan untuk bermain dalam tim,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto, salah satu anggota tim scouting.

“Para pemain yang bisa tampil secara konsisten di setiap pertandingan akan memiliki peluang lebih besar untuk terpilih menjadi pemain terbaik,” lanjut mantan pemain timnas Indonesia di era 90-an.

News Feed